Karya:bouo
Dari sekian banyak laku apa yang dapat kau simpulkan?
Dari sekian banyak kata apa yang dapat kau maknakan?
Tidak-kah akal mu mencerna atas apa yang di lihat mata, bukan kah selalu ada makna atas apa yang akal mu duga?
Ya. Semoga saja ada, sebab semua laku terdapat makna yang butuh kau cerna dengan eunoia.
Perihal kata yang sia-sia, seperti halnya mengecam orang-orang yang menurut kau berbeda.
Bukankah perbedaan itu selalu ada? Dan, bukankah persamaan itu selalu ada? Lantas apa yang membuat kau mengecam orang-orang yang berbeda itu adalah suatu ke-anehan?
Hanya karena ia tidak sama dengan apa-apa yang umumnya telah ada.
Aku melakukan sesuatu sebab karena sesuatu, engkau melakukan sesuatu juga sebab karena sesuatu. Jadi, berhentilah mencela diri mu sendiri!
Jika kau mengatakan sesuatu keanehan terhadap aku, itu bukanlah karena keanehan atas aku, melainkan keanehan pada sesuatu yang tidak ada dalam dirimu dan ada dalam diriku!
Sungguh penilaian mu itu cukup untuk menjadi konsumsi akalmu sendiri, tidak harus kau ucapkan maupun kau katakan!
Begitupun dengan sebuah makna yang telah kau cerna dengan eunoia, cukup kau lakukan terhadap dirimu sendiri, dan jikalau benar-benar telah kau buktikan kebenaran maknanya, barulah layak kau sertakan orang-orang untuk kau maknakan.
Sertakan eunoia atas penilaian mu, jangan ujug-ujug kau ucapkan penilaian mu, sebab kau akan mempermalukan dirimu sendiri, entah kau memiliki kemaluan atau tidak, semoga saja ada!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar