AKU BUKAN MANUSIA

Karya:bouo

SUNGGUH AKU BUKAN MANUSIA

Ketika segala bentuk kebengisan yang telah terjadi secara nyata dan juga terlihat oleh mata kita sebagai manusia, dimana yang telah kita ketahui benar adanya penjajahan di atas dunia.

Ratusan bahkan ribuan rakyat palestina yang menjadi korban perang genosida ditanah gaza palestina itu sendiri.

Jika kita berkata bahwa palestina konflik agama. Tidak kita salah besar, palestina bukanlah sebuah konflik, karena konflik yang kita ketahui adalah dimana telah terjadi perselisihan, perdebatan, maupun segala bentuk pertentangan.

Melainkan genosida, dimana para zionis ingin menguasai tanah gaza palestina dan mendirikan sebuah negara di tanah kebangsaan palestina dengan menghalal kan segala cara.

Seperti hal-nya manusia yang memperjuangkan dan mempertahankan rumah maupun tanah yang ia tempati dan juga telah di validasi. Dari penjajahan, penggusuran serta penyerobotan yang dilakukan oleh sekelompok orang-orang yang tak bertuhan.

Ratusan jiwa bahkan ribuan rakyat palestina yang menjadi korban sasaran zionis tak bertuhan.

Lantas apakah kita pantas disebut sebagai manusia?, ketika kita (manusia) telah meyaksikan, mengetahui, juga serta melihat kebengisan yang telah terjadi pada bangsa palestina. Dan sampai saat ini masih DIAM!!

Sungguh tak ada lagi perbedaan kita (manusia) dengan seekor hewan, yang hanya bisa makan, bergerak, tak bicara, tak berfikir, dan hanya sibuk dengan kesibukan diri sendiri.

Semoga saja kita (manusia) dapat berdiri pada kebenaran dan kebajikan serta juga menolak keras semua penjajahan di atas dunia tanpa harus mempertimbangkan hal-hal yang tak perlu dipertimbangkan. 

BERANI LAH MATI DEMI KEBENARAN DAN KEBAJIKAN, MAKA KAU BENAR-BENAR AKAN HIDUP DALAM KEBAJIKAN!

SELAKU MAKNA

Karya:bouo

Dari sekian banyak laku apa yang dapat kau simpulkan?
Dari sekian banyak kata apa yang dapat kau maknakan? 
Tidak-kah akal mu mencerna atas apa yang di lihat mata, bukan kah selalu ada makna atas apa yang akal mu duga?
Ya. Semoga saja ada, sebab semua laku terdapat makna yang butuh kau cerna dengan eunoia.

Perihal kata yang sia-sia, seperti halnya mengecam orang-orang yang menurut kau berbeda. 
Bukankah perbedaan itu selalu ada? Dan, bukankah persamaan itu selalu ada? Lantas apa yang membuat kau mengecam orang-orang yang berbeda itu adalah suatu ke-anehan? 
Hanya karena ia tidak sama dengan apa-apa yang umumnya telah ada.

Aku melakukan sesuatu sebab karena sesuatu, engkau melakukan sesuatu juga sebab karena sesuatu. Jadi, berhentilah mencela diri mu sendiri!

Jika kau mengatakan sesuatu keanehan terhadap aku, itu bukanlah karena keanehan atas aku, melainkan keanehan pada sesuatu yang tidak ada dalam dirimu dan ada dalam diriku!

Sungguh penilaian mu itu cukup untuk menjadi konsumsi akalmu sendiri, tidak harus kau ucapkan maupun kau katakan!

Begitupun dengan sebuah makna yang telah kau cerna dengan eunoia, cukup kau lakukan terhadap dirimu sendiri, dan jikalau benar-benar telah kau buktikan kebenaran maknanya, barulah layak kau sertakan orang-orang untuk kau maknakan.

Sertakan eunoia atas penilaian mu, jangan ujug-ujug kau ucapkan penilaian mu, sebab kau akan mempermalukan dirimu sendiri, entah kau memiliki kemaluan atau tidak, semoga saja ada!

KELAK DEWASA

Karya:bouo

Aku tidak kehilangan surga,
akui saja rapuh tanpa nya,
ia yang tertawa walau luka, 
terlihat kokoh tak menampakkan roboh,
sering kita sebut manusia pandai bicara, menyembunyikan luka, berbagi suka, menyimpan duka, serta hal-hal baik yang tak terduga.

Ia selalu menjaga, tanpa harus mempertimbangkan apa dampaknya, laku nya nan bijaksana, nasehat yang selalu kita terima, dan semua hal tentang cinta.

Namun nyata adanya. 
Ia adalah pemeran yang tak dapat digantikan, namun mampu kita maknakan.

Sehat-sehat wahai ayah,
serta juga bahagia di alam sana, kelak kita disatukan oleh do'a-do'a selama di dunia.

"ucap lirih anak yang telah mengerti akan makna dewasa"

TINTA CINTA

Karya : bouo

Awal bermula pada goresan tinta

Ku gores canva dengan tinta berwarna merona, setiap tetesan tinta yang beralas canva, menceritakan awal mula tentang dia.

Dari nama, muka serta sikap-sikap nan bijaksana. Mengingat senyum ia mempesona, membuatku lupa akan dunia.

Sungguh aku telah ternoda, sebab ia mempesona, bisa buat aku jadi cinta.

Dalam hati. Ku berkata, wahai nona sungguh kau mempesona.

Aku gores tinta pada canva, yang berwajah persis kau nona.., sembari ku berkata "semoga saja tuhan mentakdirkan nona untuk mencinta dan kucinta".

Jika ku kata pada nona bahwa aku cinta, sesungguhnya itu bukan cinta.

Sebab cinta ku hanya kata, kata bisa saja punah dimakan waktu. Tapi cintaku bukanlah fana, melainkan nyata.

Segala cinta ku ungkap pada canva yang kugoreskan tinta-tinta, ragam warna tinta yang ku punya, entah itu ceria, luka, suka, maupun nona yang mempesona.

Sungguh tak logika, jika aku menyimpan cinta terhadap nona.

Apalagi dalam selembar canva yang berlukis nona, dan hanya aku satu-satunya insan yang mengetahuinya.

Ya, moga saja kita adalah yang terencana dari yang maha perencana.

Entah ditakdirkan bersama, atau sekedar bercengkrama. Tak dapat ku tebak pasti apa rencana yang maha.


Kesan penutup adalah bukti nyata cinta.

Terimalah canva, sebab kau telah bersedia menjadi bukti-bukti isi hati.

Dan terimalah tinta, sebab kau menjadi saksi-saksi atas apa yang ku ke-hendaki.

Terakhir nona, kau akan mengetahui atas apa yang harus kau ketahui, dan kau akan mulai mencerna atas apa yang dinamakan cinta, sungguh di luar sana beragam pendapat tentang cinta yang terus terkata-kata.

Terimakasih tinta dan canva, kau telah berperan baik atas cinta.

Tak banyak yang ku curahkan detail cinta ku pada canva, sebab aku bisa saja lupa,  bahwa aku bisa luka karena terlalu asa dengan nona.

SEPETAK TANAH BASAH

Nyata buta penguasa

Karya:bouo


Sepetak tanah yang basah,
menjadi perkara mafia tanah,
bukti nyata yang absah,
tak menjadi bukti pemilik yang sah,
sebab ia telah dibutakan oleh rupiah.

Langkah demi langkah,
yang kian merekah,
terkadang ter-arah,
juga kian tergoyah.

Lantas ia marah,
sebab tanah kami basah,
diperebutkan mafia tanah,
yang disokong dengan rupiah,
sungguh nyata kami dijajah.

Sumpah serapah untuk penjajah,
sebab wanita tua yang terpenjara,
karena serakahnya penguasa,
yang mencemarkan sila-sila,
nyata buta penguasa.

Perdata tak lagi guna,
pidanapun jadi solusinya.

Bukankah kalian manusia?,
tidakkah kalian merasa?,
atau benar kalian sama saja?,
memilih diam atas kemungkaran,
atau tidak tau perihal menyedihkan?,
sungguh itu bukan alasan,
sebab perjuangan butuh tindakan,
bukan sekedar alasan atau jawaban, yang terus kau perankan.

AKU BUTUH JAWABAN ATAS KEKELIRUAN!
AKU BUTUH TANGGAPAN ATAS KEZALIMAN!
AKU BUTUH PERLINDUNGAN ATAS PENINDASAN!
AKU BUTUH PERJUANGAN DEMI KEADILAN!
DAN AKU HARUS MENDAPATKAN YANG KU PERTARUHKAN, UNTUK MELAWAN SELURUH KAZALIMAN.

(SORAK-KAN PERJUANGAN)







 

SWASTAMITA

Tercela-lah ia sendiri.

Karya:bouo


Sinar mu yang menyengat,
ucap orang yang tersengat,
sebagian orang mencela mu,
sebagian lagi memuji mu.


Ia lah rahmat,
yang sangat bermanfaat,
juga menjadi mudarat,
sebab ke-keliruan pendapat.
sungguh hebat rahmat.


Sudah tidak heran,
jika ada dua pendapat,
sebab rahmat,
wajib dicerna akal sehat,
bukan pendapat sesaat.


Sungguh ironi mencela rahmat,
sebab akal yang tak sehat,
karena engkau merasa tersengat,
sembari nyanyi dengan hebat,
meratapi binar yang sesaat.


Lenyap lah ia di cakrawala,
berbungkus kata penuh makna,
menjadi wiyata nan nirmala,
agar esok ia tak mencela,
juga serta tak tercela.


~swastamita~


 





ANGIN DARIKU

"untuk menyatakan kerinduan, tidak banyak yang kulabuhkan, kepada angin yang kutitipkan, dengan secarik kenangan, agar nona tidak kesep...