SWASTAMITA

Tercela-lah ia sendiri.

Karya:bouo


Sinar mu yang menyengat,
ucap orang yang tersengat,
sebagian orang mencela mu,
sebagian lagi memuji mu.


Ia lah rahmat,
yang sangat bermanfaat,
juga menjadi mudarat,
sebab ke-keliruan pendapat.
sungguh hebat rahmat.


Sudah tidak heran,
jika ada dua pendapat,
sebab rahmat,
wajib dicerna akal sehat,
bukan pendapat sesaat.


Sungguh ironi mencela rahmat,
sebab akal yang tak sehat,
karena engkau merasa tersengat,
sembari nyanyi dengan hebat,
meratapi binar yang sesaat.


Lenyap lah ia di cakrawala,
berbungkus kata penuh makna,
menjadi wiyata nan nirmala,
agar esok ia tak mencela,
juga serta tak tercela.


~swastamita~


 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ANGIN DARIKU

"untuk menyatakan kerinduan, tidak banyak yang kulabuhkan, kepada angin yang kutitipkan, dengan secarik kenangan, agar nona tidak kesep...